Picdeer logo Browse Instagram content with Picdeer

Salafi Manhaj

Instagram photos and videos at Salafi Manhaj

👤 Ustadz Khalid Basalamah ======= RUKUN, WAJIB & SUNNAH SHALAT Sebagaimana kita ketahui bahwa shalat adalah ibadah yang terkandung didalamnya berbagai macam bacaan/ucapan maupun perbuatan. Ucapan maupun perbuatan dalam shalat dapat digolongkan menjadi tiga: rukun, wajib, dan sunnah. . ▶️ RUKUN Jika ditinggalkan maka batal shalatnya baik secara sengaja maupun tidak, atau batal rakaat yang terlewat rukun tersebut. Rukun-rukun shalat ada empat belas: 1. Berdiri bagi yang mampu 2. Takbiiratul-Ihraam 3. Membaca Al-Fatihah 4. Ruku’ 5. I’tidal setelah ruku’ 6. Sujud dengan anggota tubuh yang tujuh 7. Bangkit darinya 8. Duduk di antara dua sujud 9. Thuma’ninah (Tenang) dalam semua amalan 10. Tertib rukun-rukunnya 11. Tasyahhud Akhir 12. Duduk untuk Tahiyyat Akhir 13. Shalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam 14. Salam dua kali. . ▶️ WAJIB Jika menginggalkannya secara sengaja maka batal shalatnya. Jika tidak sengaja maka tidak batal, namun harus menggantinya dengan sujud sahwi. Adapun wajib-wajib (hal-hal yang wajib dalam) shalat itu ada delapan: 1. Semua takbir, selain Takbiiratul Ihraam 2. Mengucapkan Sami’allaahu liman hamidah bagi imam dan yang shalat sendiri 3. Mengucapkan Rabbanaa walakal hamdu bagi semua 4. Mengucapkan Subhaana rabbiyal ‘azhiim saat ruku’ 5. Mengucapkan Subhaana rabbiyal a’laa saat sujud 6. Mengucapkan Rabbighfirlii antara dua sujud 7. Membaca Tasyahhud awal 8. Duduk untuk tasyahhud awal. . ▶️ SUNNAH Tidak batal shalat jika ditinggalkan baik secara sengaja maupun tidak. Namun,  mengurangi kesempurnaan shalat. . 🔘 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, . ﺻَﻠُّﻮﺍ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺃَﻳﺘُﻤُﻨِﻲ ﺃُﺻَﻠِّﻲ . “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” 📚 (HR. Al-Bukhari no. 628). Yaitu shalat secara sempurna baik rukun, wajib maupun sunnah-sunnahnya. . Perbedaan antara rukun-rukun shalat dengan wajib-wajib shalat adalah kalau meninggalkan
Bagi yg tidak tahu kelakuan wahhabi takfiri, pasti akan kaget melihat video ini. Tapi bagi yg sudah hafal kebejatan wahabi takfiri, tidak akan kaget karena hal ini sudah acap kali mereka lakukan. Tidak hanya kepada simbol agama lain semisal simbol2 suci agama nasrani, kepada simbol suci agama islam pun diperlakukan hal yg sama.  Masjid dibom, hancur. Makam-makam para aulia dibom, hancur. Orang yg sedang sholat di masjid ditembaki & dibom, ratusan meninggal.  Bahkan maqbarah kanjeng nabipun akan dibongkar karena dianggap syirik dan membahayakan aqidah umat. Untung ada ulama nusantara yg melobi hingga maqbarah kanjeng nabi tidak jadi dibongkar dan dipindahkan.  Munculnya para neo khawarij itu sudah diperingatkan oleh kanjeng nabi; "akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mereka masih muda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia, membaca Al Qur’an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dan busurnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Bagi yg ingin tahu ciri khawarij, mereka hoby teriak kafir, bidah, syirik,laknat,munafik kepada orang lain dan membangga-banggakan amal ibadahnya sendiri. . . 🔃 : salafygarislurus
almanhaj muslimah: KETIDAK HAFALANNYA ATAS AL-QUR’AN DIMA’AFKAN https://t.me/almanhajmuslimah  Pertanyaan. Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Apa hukumnya bagi orang yang sering membaca Al-Qur’an Al-Karim, namun karena daya ingatnya lemah, dia tidak bisa menghafalnya ? Apa pula hukum orang yang menghafal Al-Qur’an dan melupakannya, seperti orang (pelajar) yang menghafalnya untuk tujuan ikhtibar (ujian), apakah itu berdosa.? Jawaban. Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada RasulNya beserta keluarga dan shabatnya, wa ba’du.  Orang yang banyak membaca Al-Qur’an, namun dia tidak menghafalnya karena daya ingatnya lemah, maka dia itu mendapatkan pahala atas bacaannya itu dan dimaafkan ketidak-hafalannya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.  فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ “Maka bertaqwalah kalian kepada Allah semampu kalian” [At-Thagabun/64 : 16]  Adapun orang yang menghafal Al-Qur’an, misalnya untuk ujian, kemudian dia lupa, maka dia telah berbuat kesalahan dan telah lepas darinya kebaikan yang banyak.  Wabillah at-taufiq wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa sallam. [Disalin dari buku 70 Fatwa Fii Ihtiraamil Qur’an, edisi Indonesia 70 Fatwa Tentang Al-Qur’an, Penyusun Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz, Penerbit Darul Haq]