Picdeer logo Browse Instagram content with Picdeer

Manhaj Sahabat

Instagram photos and videos at Manhaj Sahabat

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ .  ______________"  Manhajku "______________ _______________" Akidahku"_______________^ .  Aku gak Tahlilan Aku gak maulidan Aku gak Yasinan  Waahh Aliran sesat yah?  Oh no tidak Wahabi inimah?  Oalah hupss Lalu apa pemahanmu? Pemahamanku sering disebut salafi/salafiyun yang mengikuti para sahabat Rasulullah . ^ Tapi aku ingin mengetahui ilmunya, aku putuskan lah setelah memasuki fase hijrah untuk memantapkan manhajku dan akidahku . Pada Akhirnya aku mengetahui hadist tentang banyaknya golongan islam  Hadits ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘anhu.  عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِفْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً فَإِحْدَى وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَاحِدَةٌ فِيْ الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِيْ النَّارِ، قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: الْجَمَاعَةُ .  Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 (tujuh puluh) di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang 71 (tujuh puluh
Manhaj Shahabat : Pemisah Antara SUNNAH dengan BID’AH . Manhaj para Shahabat menjadi inti atau garis pemisah antara Sunnah dengan Bid’ah. . Kita lihat, pada umumnya golongan-golongan bid’ah itu berdalil dengan Al-Qur’an dan Hadits demi menguatkan bid’ahnya akan tetapi dengan pemahaman dan tafsiran mereka sendiri. . Tegasnya, mereka telah menterjemahkan dan menafsirkan Islam menurut terjemahan dan tafsiran mereka tanpa satu cara yang akan menuntun mereka kepada pemahaman yang benar. . Cara atau metode yang benar itu ialah berpegang dengan Al-Qur’an dan Sunnah menurut pemahaman para Shahabat. Kalau tidak-meskipun kita mengeluarkan sejumlah ayat dan hadits-niscaya kita akan terjerumus ke dalam kesalahan dan kesesatan yang dalam sekali, sebagaimana ditegaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah : . “Apabila para Shahabat dan Taabi’in bersama para Imam telah sepakat dalam menafsirkan sesuatu ayat, kemudian datang satu kaum yang menafsirkan ayat tersebut dengan tafsir yang lain disebabkan madzhab yang mereka yakini, dan madzhab tersebut bukanlah madzhab Shahabat dan Taabi’in, maka mereka telah bersekutu dengan mu’tazilah dan yang selain mereka dari AHLI BID’AH.” (Diringkas dari perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di Majmu’ Fatawa 13/361). . . Maka : “Barangsiapa yang berpaling dari madzhab Shahabat dan Taabi’in dan tafsir mereka kepada yang menyelisihinya, maka dia telah salah, bahkan sebagai AHLI BID’AH (MUBTADI’). Kalau dia sebagai mujtahid akan diampuni kesalahannya. Dan kita mengetahui, sesungguhnya Al-Qur’an telah dibaca oleh para Shahabat dan Taabi’in dan yang mengikuti mereka. Dan sesungguhnya mereka itu (para Shahabat dan Taabi’in) lebih mengetahui tentang tafsir Qur’an dan makna-maknanya, sebagaimana mereka lebih mengetahui tentang kebenaran yang Allaah telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa kebenaran tersebut.” (Perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di Majmu’ Fatawa 13/361-362).